Pemerintah Kabupaten Tambrauw memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kabupaten Tambrauw pada Kamis, 29 Oktober 2026

Admin Kab Tambrauw Minggu, 1 November 2026 22:53:05 3 menit
pYzmCCmissNa5WcKaXMNRX40dKoDEDelPCHdc4AS.jpg

FEF – Pemerintah Kabupaten Tambrauw memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kabupaten Tambrauw pada Kamis, 29 Oktober 2026. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang perjalanan pembentukan daerah, menghargai perjuangan para pendahulu, serta memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara peringatan HUT ke-18 Kabupaten Tambrauw yang berlangsung dan dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Tambrauw, perwakilan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, pimpinan dan anggota DPRK Tambrauw, unsur Forkopimda, Plt. Sekretaris Daerah, pimpinan OPD, para tokoh pemekaran, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta tamu undangan lainnya.

Dalam amanatnya, Bupati Tambrauw menyampaikan bahwa perjalanan selama 18 tahun merupakan hasil perjuangan, pengorbanan, kerja keras, dan doa para pendahulu, tokoh pemekaran, serta seluruh masyarakat. Berbagai tantangan telah dilalui, dan melalui semangat kebersamaan, Kabupaten Tambrauw terus berupaya meningkatkan pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, serta menjaga kelestarian lingkungan sebagai kabupaten konservasi.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi bagi kemajuan daerah. Ia mengajak masyarakat untuk terus memperkuat persatuan, meningkatkan koordinasi, dan bekerja bersama demi mewujudkan Kabupaten Tambrauw yang sejahtera, mandiri, dan berkeadilan.

Usai pelaksanaan upacara, rangkaian peringatan dilanjutkan dengan acara syukuran melalui pentas seni dan budaya yang mengangkat tema “Merawat Cerita Etnis, Menghidupkan Musik dan Melestarikan Seni Budaya untuk Generasi Tambrauw yang Bermartabat.” dan menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kekayaan tradisi, seni, dan identitas budaya yang diwariskan oleh para leluhur.

Perayaan diawali dengan parade yang menampilkan keberagaman suku di Kabupaten Tambrauw, meliputi Suku Abun, Suku Miyah, Suku Mpur Wot dari Gunung Kebar, Suku Mpur Swoor dari wilayah pesisir Amberbaken, Suku Ires, komunitas Suku Biak, dan masyarakat Moi Kelim.

Suasana perayaan semakin semarak melalui penampilan tujuh sanggar seni budaya, yaitu Ndawit Grup dari Suku Abun, Trinitas Fenia Meroh dari Suku Miyah, Fentory dari Suku Mpur Wot atau Kebar, Manem Mpur dari Mpur Swoor atau Amberbaken, Isen Grup dari Suku Ireres, Meossu dari komunitas Suku Biak, serta Salses dari masyarakat Moi Kelim.

Setiap sanggar menampilkan kekhasan seni dan budaya masing-masing sebagai wujud kecintaan terhadap warisan leluhur. Pertunjukan ini sekaligus menjadi sarana memperkenalkan tradisi kepada generasi muda agar kekayaan budaya Tambrauw tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Tidak hanya menampilkan seni tradisional, perayaan HUT ke-18 Kabupaten Tambrauw juga dimeriahkan dengan penampilan Ocha Sentuf serta pertunjukan stand-up comedy oleh Yewen, yang menambah semarak suasana syukuran dan menghadirkan hiburan bagi masyarakat yang hadir.

Peringatan HUT ke-18 ini bukan sekadar perayaan bertambahnya usia kabupaten, melainkan juga momentum untuk mempererat persaudaraan di tengah keberagaman suku dan budaya. Semangat kebersamaan menjadi landasan penting dalam melanjutkan pembangunan yang menghormati adat istiadat, menjaga kelestarian alam, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui momentum ini, Pemerintah Kabupaten Tambrauw mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi, menjaga persatuan, melestarikan budaya, dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah demi terwujudnya Tambrauw yang maju, sejahtera, mandiri, dan berkelanjutan.

Bagikan ke sosial media: WhatsApp Facebook
;